Penyebab dari Gejala-gejala stadium kanker usus dan pengobatannya

13 Penyebab dari Gejala-gejala stadium kanker usus dan pengobatannya

kanker Pencernaan Penyakit

Usus merupakan salah satu sistem pencernaan yang memiliki peranan penting untuk mengolah makanan yang telah masuk ke tubuh kita. Usus berperan sebagai penyerap zat-zat nutrisi yang berada pada makanan dan sebagai penguraian / pembusukan sisa makanan untuk menjadi feses. Dalam kinerja usus dapat mengalami penurunan fungsi dikarenakan terkena penyakit, salah satunya yaitu kanker usus.

Kanker usus terbentuk karena sel-sel pada usus telah tumbuh dan bermutasi menjadi sel-sel abnormal dengan pertumbuhan yang agresif untuk membentuk jaringan baru / tumor. Kanker usus tumbuh di dalam usus yang membentuk tumor berukuran kecil sehingga tidak disadari manusia. Oleh sabab itu terdapat gejala kanker usus yang umum yaitu terdapat darah pada feses dikarenakan terdapat sel-sel kanker yang tumbuh dan berkumpul untuk membentuk tumor polip berukuran kecil dengan sifat yang jinak.

Kanker usus besar dapat tumbuh membesar yang menyebabkan rasa sakit di dalam perut. Kanker usus besar biasanya terjadi pada awal umur 55 tahun yang dimana pada umur tersebut ditandai dangan penurunan kinerja sistem pencernaan seperti feses lebih lunak dan terkadang feses beberbentuk sisa makanan.

Stadium Kanker Usus

Stadium kanker usus dapat dibagi beberapa bagian berdasarkan tingkat perkembangan sel kanker, tingkat keparahan, dan tungkat penyebarannya. Stadium kanker usus, meliputi :

• Kanker usus stadium 1

Pada kanker usus stadium 1, sel kanker telah terbentuk, dan sudah berada di dalam usus. Walaupun kanker telah tumbuh di dalam usus, tetapi kanker belum menembus dinding usus.

• Kanker usus Stadium 2

Pada kanker usus stadium 2, kanker telah menembus dinding usus besar dan menjangkiti sel-sel usus lainnya untuk bermutasi menjadi sel kanker. Gejala umum pada stadium 2 biasanya muncul rasa sakit di perut dan ada darah di feses.

• Kanker usus Stadium 3

Pada kanker usus stadium 3, kanker telah menembus dinding usus yang membentuk benjolan-benjolan dan sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar usus.

• Kanker usus Stadium 4

Pada kanker usus stadium 4, sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain / organ tubuh lainnya seperti organ sistem pencernaan dan paru-paru. Sel-sel kanker tersebut menyebar melalui aliran darah dan kelenjar getah bening. Stadium 4 merupakan tingkat paling parah dan sulit disembuhkan dengan angka harapan hidup / rasio bertahan hidup yang kecil.

kanker usus besar dapat muncul kembali setelah sembuh. Stadium awal kanker usus memiliki tingkat kesembuhan dan rasio bertahan hidup / rasio harapan hidup lebih tinggi dibandingkan stadium lanjut / stadium akhir.

Penyebab Kanker Usus

Apa penyebab kanker usus, dan mengapa dapat terjadi ? Penyebab kanker usus besar yaitu sel-sel pada usus telah bermutasi menjadi sel-sel kanker dengan pertumbuhan yang abnormal dan biasanya sifat pertumbuhannya agresif. Sifat agresifnya dalam melakukan mutasi genetik, dilakukan secara berulang ulang untuk memperbanyak jumlah sel kanker. Sel-sel kanker tersebut berkumpul di jaringan atau dinding usus untuk membentuk benjolan dan sewaktu-waktu ukurannya akan membesar. Kanker usus sangat beresiko bagi kesehatan sistem pencernaan manusia.

Ada beberapa faktor peningkatan resiko terkena kanker usus, meliputi :

• Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan makanan berlemak.

Terlalu banyak mengonsumsi daging dan makanan berlemak juga dapat menimbulkan masalah serius pada usus. Terlalu banyak mengonsumsi daging dan makanan berlemak dapat berpotensi menimbulkan sembelit. Ketika sembelit sudah akut/parah, maka usus akan menjadi radang/infeksi yang dikarenakan tekanan dari feses. Infeksi pada usus dapat memicu kanker usus.

• Jarang mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Makanan berserat berfungsi sebagai pengikat lemak yang menempel pada usus dan memebersihkan sisa feses dalam usus. Jarang mengonsumsi makanan berserat dapat menimbulkan masalah serius bagi sistem pencernaan, terutama usus. Usus membutuhkan makanan berserat tinggi untuk membuang sisa lemak dari makanan berlemak. Terlalu banyak lemak dan tumpukan feses dapat menyebabkan kerusakan usus contohnya kanker usus.

• Luka dan radang pada usus

Usus rawan terjadinya peradangan. Peradangan dan luka pada usus dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus apabila terjadi pendarahan serius pada usus.

• Terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol

Minuman beralkohol juga dapat memicu kanker usus. Minuman beralkohol menimbulkan efek panas di dalam perut/sistem pencernaan. Efek panas yang ditimbulkan dari minuman beralkohol dapat membuat usus menjadi radang / luka. Pada kasus peradangan usus yang disebabkan oleh minuman beralkohol dapat menimbulkan pendarahan serius pada usus. Luka dan pendarahan pada usus jika tidak diobati akan memicu infeksi dan kanker usus.

• Pasien diabetes.

Pasien diabetes lebih beresiko terkena kanker usus. Itu karena pasien diabetes, dengan sistem pencernaannya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengkatalis gula di dalam darah. Apabila terdapat luka pada dinding usus maka akan sulit disembuhkan karena terlalu banyak kadar gula di dalam darah yang membatasi penyembuhan luka di usus apabila sudah terjadi peradangan usus.

• Merokok

Merokok juga dapat memicu terkena kanker usus. Di dalam rokok terdapat zat-zat kimia berbahaya yang berpotensi memicu sel-sel di dalam tubuh untuk bermutasi menjadi sel kanker.

• Menderita polip usus

Polip usus merupakan benjolan-benjolan berukuran kecil dengan jumlah tertentu di dalam usus. Memiliki polip usus dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus. Penyebab polip di usus dikarenakan genetik dari orang tua, dan mutasi genetik pada sel-sel usus. Polip usus biasanya bersifat jinak dan tidak menimbulkan perih, tetapi jenis polip usus tertentu dapat berkembang menjadi kanker usus yang disebabkan karena faktor usia seseorang dan pola hidup yang tidak sehat.

• Anggota keluarga memiliki riwayat kanker usus.

Resiko kanker usus akan meningkat bila seseorang dari anggota keluarga anda memiliki riwayat kanker usus. Kanker usus dapat diturunkan dari genetik keluarga dan kemungkinan juga akan terkena kanker usus pada keturunan mereka.

• Memiliki genetik yang tidak normal atau cacat genetik.

Resiko terkena kanker usus akan meningkat tinggi apabila memiliki kelainan genetik ataupun sindrom seperti sindrom Lynch, serrated polyposis syndrome, sindrom gardner, dan familial adenomatous polyposis. Kelainan-kelainan genetik / sindroms tersebut menimbulkan gejala yang menyebabkan polip yang sangat banyak di usus dengan karakteristik seperti benjolan kecil, benjolan bergerigi di sepanjang usus dan dapat bersifat ganas.

• Obesitas

Obesitas bisa disebabkan karena seseorang yang jarang berolahraga, gaya hidup yang malas, dan gemar mengonsumsi makanan junk food / berlemak. Kelebihan berat badan / obesitas dapat meningkatkan kanker usus. Tubuh yang berlemak dan usus yang berlemak berpotensi meningkatkan resiko terkena kanker usus dan polip usus.

• Orang lanjut usia

Kanker usus besar biasanya terjadi orang lanjut usia yang dimana pada umur tersebut ditandai dangan penurunan kinerja sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang terganggu akan mudah mengalami masalah kesehatan ada usus.Oleh sebab itu orang lanjut usia lebih beresiko terkena kanker usus.

• Memiliki riwayat kanker di organ lain.

Resiko terkena kanker usus akan meningkat pada seseorang yang telah memiliki riwayat kanker pada hidupnya. Apabila seseorang memiliki riwayat kanker di anggota tubuh lain / organ lain dengan tingkat keparahan atau stadium yang tinggi, maka resiko terkena kanker usus juga akan meningkat.Itu karena sel kanker menyebar melalui darah ataupun kelenjar getah bening lalu tumbuh di usus.

• Terkena radiasi alat kedokteran

Alat kedokteran seperti radioterapi dapat meningkatkan resiko kanker usus. Jika terkena gelombang radiasi tinggi dari alat radioterapi pada bagian perut dapat merusak sel sehat pada usus dan dapat memicu kanker.

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala dan tanda apa yang ditimbulkan dari kanker usus ? Gejala kanker usus dapat dirasakan pada awal kemunculannya. Beberapa gejala kanker usus dapat muncul berdasarkan tingkat keparahannya/stadium. Gejala kanker usus pada stadium 1 belum menunjukan gejala dan gejala akan dirasakan apabila telah mencapai stadium lanjut. Gelaja kanker usus dapat berkembang menjadi parah dapat mengganggu kesehatan dan aktifitas seseorang. Gejala kanker usus yang umum terjadi, meliputi :

• Kram perut dan sakit perut

Gejala umum kanker usus biasanya merasakan sakit dan kram di dalam perut. Rasa sakit dan kram yang tidak biasa tersebut seperti ditusuk-tusuk ketika ingin buang air besar. Gejala tersebut dapat dipastikan bahwa ada masalah di usus anda yang dikarenakan kanker.

• Perut kembung, mual dan penurunan selera makan.

Gejala kanker usus yang umum berikutnya yaitu perut kembung, mual, dan penurunan selera makan yang disebabkan terjadi masalah pada sistem pencernaan terutama usus. Itu karena kanker telah mengganggu kinerja usus dan sistem pencernaan.

• kehilangan berat badan drastis

Kehilangan berat badan juga merupakan gejala kanker usus ketika kanker telah menembus dinding usus dan membentuk benjolan-benjolan di dalam usus.

• Diare atau sembelit berulang-ulang

Sering diare atau sembelit merupakan gejala kanker usus. Gejala sembelit dan diare disebabkan karena benjolan kanker telah menempel di dinding usus yang dapat mengganggu kinerja usus dan sistem pencernaan.

• Merasa seperti ada sisa feses yang tertinggal di dalam usus

Gejala kanker usus yang selanjutnya dapat ditandai dengan selalu berkeinginan untuk kembali buang air besar, itu karena pasien masih merasakan terdapat sisa feses yang tertinggal di dalam usus walaupun baru saja telah buang air besar.

• Perubahan bentuk dan warna tinja

Perubahan bentuk dan warna tinja merupakan salah satu gejala kanker usus yang dapat dikenali. Biasanya bentuk tinja memiliki struktur yang mudah rapuh / mudah hancur dan memiliki warna sedikit kemerahan. Bentuk dan warna pada feses tersebut timbul berulang kali, mulai dari berhari-hari hingga bermingggu-minggu lamanya.

• Terdapat darah pada feses

Bercak darah pada feses merupakan tanda dan gejala kanker usus. Bercak darah ditimbulkan karena gesekan feses dengan benjolan kanker yang mengakibatan peradangan dan pendarahan pada usus. Peradangan akibat kanker usus bisa terjadi karena gesekan antara dinding usus dan menimbulkan pendarahan.

• Mudah lelah

Kanker usus menyebabkan seseorang menjadi mudah lelah. Itu karena sel kanker telah merusak dan menjangkiti sel sehat pada usus. Pada kondisi kronis, bisa juga dikarenakan terlalu banyak kehilangan darah yang disebabkan peradangan di dinding usus.

Screening dan Diagnosis Kanker Usus

Bagaimana cara mengetahui seseorang terkena kanker usus ? Bagaimana cara mendeteksi kanker usus pada ? Pada saat diduga terkena kanker usus besar, ketahuilah gejala yang anda rasakan dan anda harus mengingat apakah anda pernah menderita suatu penyakit yang dapat meningkatkan risiko / memicu kanker usus besar. Pemeriksaan medis dapat mendeteksi, screeenning dan diagnosa pada usus apabila terdapat polip usus yang dapat berkembang menjadi kanker usus. Pemeriksaan dan screening untuk mendeteksi kanker usus, meliputi :

• Rontgen

Untuk melikat kondisi usus berdasarkan gejala yang anda rasakan maka rontgen salah satu media untuk memantau/memeriksa kondisi usus secara tepat.

• Tes darah

Pengecekan dan diagnosa untuk mendeteksi kanker dapat dimulai dengan tes darah untuk memeriksa kandungan darah apakah terdapat sel kanker yang terbawa bersama aliran darah dan ini dapat memberikan informasi berupa tanda-tanda gejala kanker pada organ-organ tertentu. Tes darah berguna untuk memberikan fakta mengenai sel kanker pada usus atau organ lain yang dibawa oleh darah.

• CT scan

Screening dan pemeriksaan kanker usus besar dapat dilihat dengan CT scan dengan melihat kondisi usus dan jaringan di sekitarnya. CT scan menggunakan gelombang radiasi tinggi, lebih akurat dan detail dibanding rontgen.

• Kolonoskopi

Kolonskopi dilakukan dengan menggunakan alat berupa selang berkamera yang dimasukkan melalui anus untuk melihat kondisi usus besar apakah terdapat polip usus yang memicu kanker usus dan gejala kanker di dalam usus.

• Biopsi usus

Biopsi usus digunakan untuk mendeteksi kanker usus dengan mengambil sampel jaringan usus untuk diuji lab dengan mikroskop untuk melihat dan mendeteksi sel kanker di jaringan usus.

• Tes tinja

Pengujian pada tinja penderita kanker usus dapat dilakukan 8-12 bulan sekali untuk mengetahui gejala kanker usus berupa darah di tinja dan pengujian tinja yang diduga terdapat sel kanker.

Pengobatan Kanker Usus Besar

Bagaimana cara mengobati kanker usus ? Kanker usus dapat diobati berdasarkan tingkat keparahan / stadium kanker usus, sumber / pemicu yang menyebabkan kanker usus, dan kondisi kesehatan. Berikut ini ada beberapa pengobatan untuk kanker usus, meliputi :

• Radioterapi

Pengobatan kanker usus dapat dilakukan dengan metode radioterapi. Metode ini bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker di dalam usus dan mengurangi gejala kanker usus menggunakan gelombang radiasi tinggi yang dipancarkan secara eksternal / di luar tubuh dan ditanam/implan di dalam tubuh (internal) dengan perangkat kecil di dekat lokasi kanker. Radioterapi dapat menyusutkan ukuran benjolan tumor di dalam usus.

• Kemoterapi

Metode pengobatan kanker usus dengan kemoterapi adalah pemberian obat anti kanker dalam jangka waktu tertentu yang digunakan untuk memperlambat / menghentikan pertumbuhan tumor dengan menghancurkan sel-sel kanker. Kemoterapi dapat digunakan pada kanker usus stadium lanjut untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ lain di dalam tubuh.

• Bedah usus

Metode pembedahan dapat dilakukan berdasarkan tingkat keparahan kanker usus dengan mengangkat jaringan di usus yang terkena kanker dan kelenjar getah bening yang telah terkena kanker untuk mencegah penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya. Pembedahan dilakukan dengan memotong usus yang terdapat kanker dan beberapa bagian usus yang terdapat polip yang diduga pemicu kanker usus.

• Obat terapi target untuk kanker usus

Metode pengobatan dengan obat anti kanker yang dapat merusak dan menghancurkan sel kanker dan sel-sel normal di sekitarnya.

Pencegahan Kanker Usus

Bagaimana cara mencegah kanker usus, dan menurunkan resiko kanker usus ? Pencegahan Kanker usus dapat dilakukan berdasarkan kebiasaan dan pola hidup yang sehat. Pola hidup yang sehat dapat mencegah kanker usus, sehingga resiko terkena kanker usus dapat berkurang. Berikut ini ada beberapa pencegahan kanker usus dengan menurunkan resiko kanker usus, meliputi :

• Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi

Mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti buah dan sayuran dapat mencegah kanker usus. Penyebab lain dari kanker usus disebabkan kurang mengonsumsi makanan berserat untuk sebagai pengikat / membuang sisa lemak dari makanan berlemak, memebersihkan sisa feses dalam usus dan mencegah pengerasan feses / sembelit yang dapat melukai dinding usus.

• Hindari makanan junk food

Makanan berlemak tinggi seperti junk food dan daging dapat menimbulkan masalah pada usus seperti sembelit dan penumpukan timbunan feses. Perlu diketahui, makanan berlemak tinggi seperti junk food dan daging membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pencernaan sehingga dapat menimbulkan masalah pada usus.

• Menjaga berat badan

Mencegah obesitas dan menjaga berat badat dapat mengurangi resiko terkena kanker usus yang disebabkan perlemakan usus.

• Berolahraga secara rutin.

Melakukan olahraga rutin dapat mencegah dan menurunkan resiko kanker usus. Pada saat melakukan olahraga, tubuh meningkatkan metabolisme dan sel-sel tubuh akan menjadi lebih sehat.

• Berhenti minum minuman beralkohol.

Minuman beralkohol menimbulkan efek negatif pada usus yaitu Peradangan usus. Efek panas dari minuman beralkohol dapat membuat usus menjadi Luka dan pendarahan. Pendarahan akibat minuman beralkohol dapat memicu infeksi dan kanker usus.

• Berhenti merokok.

Di dalam rokok mengandung zat-zat kimia berbahaya yang berpotensi memicu sel-sel di dalam tubuh untuk bermutasi menjadi sel kanker.

• Melakukan screening pemeriksaan pada usus.

Pencegahan kanker usus bisa dilakukan dengan screening / pemeriksaan usus. Pemeriksaan dapat berupa Tes feses, CT scan, dan kolonskopi. Pemeriksaan tersebut untuk mencegah dan mendeteksi gejala kanker usus lebih awal. Sehingga bila telah terdiagnosa terdapat kanker usus dapat diobati dengan tingkat penyembuhan yang lebih cepat daripada tidak melakukan screening.

Please follow and like us: